Soma Sutta (Sutta Tentang Bhikkhuni Soma Bertemu Mara)

Dikisahkan Mara mencoba menggagalkan konsentrasi bhikkhuni Soma dengan mempertanyakan kemampuan seorang wanita dalam hal pencapaian kesucian. Bhikkhuni Soma membalas pertanyaan Mara dengan tegas dan bijaksana sebagaimana yang tertera dalam Soma Sutta dari Samyutta Nikaya V, 2.

Dikisahkan pada suatu pagi, bhikkhuni Soma memakai jubahnya, mengambil mangkuknya, dan pergi menuju Savatthi untuk berpindapatta. Ketika beliau selesai berpindapatta di Savatthi dan telah selesai menyantap dana makanan, dia pun pergi ke Hutan Si Buta untuk menghabiskan hari itu. Setelah pergi jauh ke dalam hutan, ia duduk di bawah pohon untuk bermeditasi.

Kemudian Mara Si Jahat, ingin membangkitkan rasa takut bhikkhuni Soma dan ingin menggagalkan konsentrasinya. Mara pun mendekatinya dan berkata:
“Apa yang ingin dicapai oleh para pencari (kebenaran)

adalah sebuah tempat yang sulit dicapai.

Wanita tidak akan dapat mencapainya

karena mereka tidak memiliki kebijaksanaan yang cukup untuk itu.”

Lalu dalam pikiran bhikkhuni Soma terlintas: “Siapakah gerangan yang telah mengatakan ayat ini – manusia atau bukan?” Kemudian dia mengetahui: “Ini adalah Mara Si Jahat, yang telah membacakan ayat ini, yang ingin membangkitkan rasa takut dan ingin menggagalkan konsentrasiku.”

Kemudian, setelah mengerti bahwa si penanya adalah Mara Si Jahat, bhikkhuni Soma menjawab Mara dalam ayat berikut ini:

“Apa bedanya dengan menjadi seorang wanita

Yang  telah memusatkan pikirannya dengan baik

Ketika pengetahuan ini mengalami kemajuan

Ia akan melihat dengan jelas dan benar ke dalam Dhamma.

Sesungguhnya barangsiapa yang timbul pertanyaan:

‘Apakah aku seorang pria atau wanita?’

Atau ‘Apakah aku benar-benar sesuatu?’

Kepada merekalah Mara cocok untuk berbincang!”

Kemudian Mara Si Jahat merasa malu dan kesal sambil berkata, “Bhikkhuni Soma telah mengetahui jati diriku” – dan akhirnya lenyap dari sana.

Dari sutta ini perlu digarisbawahi bahwa untuk mencapai kesucian tidaklah penting menjadi seorang pria atau wanita. Tetapi yang penting adalah kemampuan seseorang untuk maju dalam dhamma.

 

english

Tagged , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: