SĀRAMBHA-JĀTAKA

“Berbicaralah dengan ramah,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Sawatthi, mengenai aturan yang berkenaan dengan kata-kata yang kasar. Cerita pembuka dan kisah kelahiran lampaunya sama dengan Nandivisāla-Jātaka pada bab sebelumnya.

Namun dalam kasus ini [375] terdapat perbedaan dimana Bodhisatta adalah seekor sapi jantan yang bernama Sārambha, dan merupakan peliharaan seorang brahmana dari Takkasilā di Kerajaan Gandhāra. Setelah menceritakan kisah kelahiran lampau, Sang Guru, sebagai seorang Buddha, mengucapkan syair berikut ini : —

Berbicaralah dengan ramah, jangan mencerca pengikutmu;

cintai kebaikan; cercaan adalah bibit penderitaan.

Setelah Sang Guru mengakhiri uraian-Nya, Beliau mempertautkan kelahiran tersebut dengan berkata, “Ānanda adalah brahmana pada masa itu, Uppalavaṇṇā adalah istrinya, dan Saya adalah Sārambha.”

Sumber: ITC, Jataka Vol 1

Tagged ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: